TANGERANG SELATAN — Guru Ekonomi Madrasah Aliyah (MA) Al-Ikhwaniyah turut serta dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) bertajuk “Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, QRIS, dan Perlindungan Konsumen” yang diselenggarakan pada Selasa, 22 September 2026, bertempat di Hotel Ramada by Wyndham, Serpong, Tangerang Selatan.
Kegiatan Tahap 3 yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Banten ini dihadiri oleh guru-guru mata pelajaran Ekonomi Madrasah Aliyah se-Tangerang Raya.
Penguatan Literasi dan Kebangsaan
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Penyelenggaraan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten menekankan pentingnya peran pendidik dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui pemahaman mata uang nasional.
“Cinta terhadap Rupiah merupakan bagian dari Hubbul Wathan Minal Iman (cinta tanah air adalah sebagian dari iman). Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah, mengingat guru berhadapan langsung dengan para remaja untuk menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap Rupiah.”
Beliau juga menambahkan bahwa para guru yang hadir diharapkan mampu menjadi pengajar sekaligus trainer tingkat provinsi yang siap menularkan ilmu dan materi yang didapat kepada rekan sejawat maupun para siswa di sekolah masing-masing.
Materi Strategis dari Bank Indonesia
Kegiatan ToT ini menghadirkan jajaran narasumber dari Bank Indonesia KPw Provinsi Banten, di antaranya Bapak Arman Johansyah (Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah) serta Bapak Dimas Adi Sumbodo sebagai pemateri. Beberapa poin materi utama yang disampaikan meliputi:
1. Siklus Pengelolaan Uang Rupiah: Menjelaskan tahapan perencanaan, pencetakan, pengeluaran/penerbitan, distribusi, pemusnahan uang tidak layak edar, hingga penarikan uang dari peredaran. Pemateri juga meluruskan berbagai isu hoaks seputar emisi uang kertas.
2. Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah:
• Cinta Rupiah: Diwujudkan dengan merawat fisik uang melalui prinsip 5 Jangan (Jangan dilipat, dicoret, distapler, diremas, dan dibasahi).
• Bangga Rupiah: Memahami Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, simbol kedaulatan negara, dan pemersatu bangsa. Uang Rupiah memiliki 14 fitur pengaman (security features) unggulan.
• Paham Rupiah: Menggunakan Rupiah secara bijak untuk bertransaksi, berbelanja, dan berinvestasi.
3. Digitalisasi Sistem Pembayaran (QRIS): Pembahasan mengenai perluasan akseptasi QRIS yang kini dapat digunakan lintas negara (seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Tombok/Tiongkok, Jepang, dan Korsel) serta penerapannya pada transportasi publik, retail, hingga perparkiran. Disampaikan pula tips keamanan transaksi bagi merchant dan konsumen.
4. Perlindungan Konsumen: Edukasi mengenai konsumen CERDAS (Cek, Evaluasi, Rasional, Dapatkan, Aman, Bayar) serta pengenalan prinsip PEKA (Peduli, Kenali, Adukan) dengan tagline “Kalau Ragu, STOP Dulu!”
Komitmen MA Al-Ikhwaniyah
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, MA Al-Ikhwaniyah berkomitmen untuk terus mengintegrasikan materi literasi keuangan, kebangsaan, dan pemanfaatan teknologi pembayaran digital ke dalam proses pembelajaran Ekonomi di kelas, guna mencetak generasi muda yang cerdas finansial dan berjiwa nasionalis.